visitor

Jumat, 18 Juni 2010

Penelitian Terbaru Para Ilmuwan Terhadap Unta : Bukti Kebesaran Allah

Sungguh maha besar Allah ketika berfirman dalam surat Al-Ghasyiyah ayat ke-17, " Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan." Kebesaran tersebut telah terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Arab Saudi dan Cina baru-baru ini.


Tepatnya pada hari rabu yang lalu, para ilmuwan dari Arab Saudi dan Cina mengatakan kalau mereka bersama-sama telah menyelesaikan proyek penelitian dan pemetaan genom (gugus kromosom) dari unta Arab.

Sekitar 20 ilmuwan terlibat langsung dalam proyek yang telah memakan waktu lebih dari setahun ini. Waktu yang cukup lama tersebut mereka habiskan untuk memecahkan kode genetik yang ada pada keseluruhan unta berpunuk satu (Camelus dromedarius ) yang berhabitat di semenanjung Arab.

Para ilmuwan tersebut berharap dapat memperluas pemahaman mereka tentang karakteristik fisiologis dan biokimia unta, sehingga dapat mengembangkan hasilnya untuk kepentingan umat manusia.

Unta Arab adalah hewan yang sangat eksklusif dari beberapa mamalia lain. Dalam proyek ini, Unta secara khusus dipilih sebagai objek penelitian, karena memiliki genom penuh yang dapat diurutkan dan dianalisa.

Penelitian terhadap genom unta yang ternyata juga memiliki kemiripan dengan genom sapi telah menimbulkan pemahaman yang lebih baik dari kemampuan bertahan hidup unta di lingkungan padang pasir yang keras.

Pemecahan kode genetika yang mendukung sistem kekebalan tubuh unta dapat mengantarkan kepada penemuan medis yang berpotensi membawa manfaat besar dan data genom juga dapat membantu para ilmuwan memahami lebih baik bagaimana mamalia menghasilkan zat-zat bergizi seperti susu.
sumber : http://www.muslimdaily.net

Senin, 31 Mei 2010

360 sendi pada manusia

"Aisyah melaporkan Rasul Allah (semoga damai besertanya) mengatakan: Setiap salah satu anak Adam telah diciptakan dengan tiga ratus dan sendi enam puluh, jadi dia yang menyatakan kemuliaan Allah, memuji Allah, menyatakan Allah menjadi Satu, memuliakan Allah, dan mencari pengampunan dari Allah, dan menghapus batu, atau duri, atau tulang dari jalan orang, dan memerintahkan apa yang baik dan melarang dari kejahatan, dengan jumlah yang 364, akan berjalan hari itu memiliki dihapus dirinya dari neraka.
(Terjemahan Sahih Muslim, Kitab Zakat (Kitab Al-Zakat), Buku 005, Nomor 2199) "

Dikisahkan Buraydah ibn al-Hasib: "Aku mendengar Rasul Allah (S) berkata: Seorang manusia memiliki tiga ratus enam puluh sendi untuk masing-masing yang harus memberikan sedekah ..."
(Terjemahan dari Sunan Abu-Dawud, Jenderal Perilaku (Kitab Al-Adab), Buku 41, Nomor 5222) "
[/ Size]

Namun fakta ini tidak diketahui sampai baru-baru ini. Pada tahun 1995 ia berpikir bahwa ada 340 sendi dalam tubuh manusia. Namun pada tahun itu sebuah lembaga ilmiah membuktikan bahwa telinga internal terdiri dari 10 setiap sendi. Jadi 20 sendi yang ditambahkan dan penemuan itu dibuat bahwa tubuh manusia terdiri dari 360 sendi.

Jumat, 23 April 2010

INGATAN

Sebelumnya ada lima tipe ingatan :
1. work (kerja) atau sangat pendek
2. implisit / ingatan otot tidak memerlukan kesadaran
3. remote (jangka panjang/para juara)
4. Episodic (pengalaman pribadi)
5. semantic (ingatan terhadap kata-kata simbol)
penyebab ingatan salah satunya karena lupa, mengapa kita mudah lupa?...
1. menganggap itu tidak penting
2. sesuatu yang tidak melibatkan kita
3. gangguan
4. kerusakan pada otak
5. tekanan/trauma
6. stress
7. gangguan fisik
8. hilangnya rantai petunjuk ingatan
9. tegang / tertekan
10. obat-obatan/alkohol
11. berada pada suasana akrab.
Cara membantu mengingat :
1. sikap dan keyakinan positif
2. pengamatan yang cermat dalam pembelajaran
3. pertimbangan konteks
4. prinsip AAT (awal, akhir, tengah)
5. berupaya untuk aktif dalam belajar
6. kelompokkan kata-kata sesuai keinginan
7. libatkan emosi
8. gunakan strategi menghubungkan
9. cari umpan balik
10. tidur yang cukup
11. buat interval (kerangka) pembelajaran
12. kualitas yang menonjol
13. asosiasi yang inten
14. buatlah menjadi penting pelajaran itu bagi kita
15.mengulang-ulang pelajaran
16. simpan pada wadah yang keras (otak)
17. bentuk sebuah kebiasaan
18. berinteraksi dengan materi
19. gunakan untuk melibatkan pikiran contoh : dengan gerakan tangan atau anggota badan lainnya
20. gunakan irama atau akronim

Senin, 12 April 2010

IJTIHAD ANAK METAL


Jangan ngaku metal kalau nggak shalat. Ketika Islam berfungsi sebagai kendali, banyak anak metal di komunitas underground menjemput hidayah. Mereka tidak menolak modernisasi, tapi menjegal westernisasi.Ada komitmen yang dibangun: No Drugs, No Alcohol, No Violence dan No Free sex. Just Metal.

Menjelang malam, anak-anak metal itu sudah berkumpul di pelataran Gedung Rossi Musik di Jalan Fatmawati No. 30, Jakarta Selatan untuk menyaksikan pagelaran musik sekaligus penggalangan dana untuk Palestina. Konser musik yang bertajuk ”Urban Garage Festival” itu diorganize oleh Berandalan Puritan dan Mogers Infantry.
Saat menanti band kesayangan mereka, azan Maghrib berkumandang. Siapa nyana, sebagian dari mereka berbondong-bondong menuju masjid, lalu segera membasuh wajah-wajah kumel itu dengan air wudhu. Sabili turut menyaksikan, anak-anak metal tengah merapikan shaftnya untuk shalat berjamaah. ”Sebagian dari mereka, anak-anak Mogers, sebuah komunitas fans band metal legendaris Purgatory,” kata salah seorang komunitas underground.
Performance mereka memang eksentrik dan tampak cuek. Sekilas, seperti individu yang tak mau tahu dengan urusan agama. Tapi, lihatlah paradigma baru anak Metal hari ini. Mereka mulai bangga menunjukkan jatidirinya sebagai Muslim sejati. Jangan ngaku anak metal, kalau nggak shalat. Jangan sok metal kalau masih suka mabok (ngedrugs) dan free sex. ”Menyedihkan banget, jika anak metal malu menunjukkan identitasnya sebagai muslim. Karena gengsi, mau shalat saja, bilangnya mau ke depan untuk beli rokok,” tukas Bonty, salah seorang personil Purgatory.
Adalah Tengkorak dan Purgatory, dua kelompok band metal paling senior dan legendaris di kalangan underground, tampil sebagai pendobrak yang mengguncang ideologi band cadas keluar dari pakemnya, yakni dengan menjadikan Islam sebagai nafas hidup mereka. Eksistensi ”sang legend” sebagai agen perubahan menginspirasi generasi metal selanjutnya. Sebut saja seperti The Roots of Madinah, Punk Muslim, AfterMath, Keep it True, Stranded, Qishash, Salameh Hamzah, dan Barat Hijau Indonesia.
Kesatuan visi inilah yang mempersaudarakan mereka sebagai komunitas yang unik dan berbeda. Dari sinilah tercetus “Urban Garage Festival”, semacam forum mereka untuk berkumpul dan berkreasi, bahkan berdakwah dengan pendekatan yang mereka pahami. Dalam kapasitas itu, mereka tak sekadar tampil sebagai musisi beraliran cadas, melainkan juga sebagai dai.

Kontra Kultur
Teman-teman aktivis harokah mungkin merasa aneh dengan fenomena baru ini. Namun, bagi yang belum mengenal komunitas ini dari dekat, jangan su’udzan dulu, apalagi melempar tuduhan anak metal melecehkan Islam. Sedikit yang tahu, bahwa anak metal pun berdakwah. Komunitas metal ini memang berbeda dengan komunitas metal yang lain. Mereka berniat untuk membentuk genre baru ke arah yang lebih Islami. Pertanyaan pun muncul, ini kebangkitan atau degradasi? Kok Muslim ”bermetal-metal ria”?
Wawan, vokalis Aftermath, pernah berkonsultasi dengan rekan seniornya seputar stigma buruk yang dilekatkan pada musisi metal muslim. ”Setelah berkonsultasi, saya mendapat jawaban, bahwa segala sesuatu bergantung niatnya. Saya melihat fenomena ini sangat positif. Apakah salah kalau kami mendekati ajaran-ajaran yang mendekati sang Khalik ke arah yang lebih Islami melalui musik? Saya sendiri lahir dari keluarga Muslim,” ungkap Wawan yang juga seorang enginer.
Berangkat sebagai musisi, Wawan mengakui, sebatas inilah kontribusi yang bisa ia berikan untuk sementara waktu. ”Jika hari ini kami memperjuangkan Islam dengan mick dan gitar, kelak kami akan berjihad di jalan Allah dengan pedang dan senjata. Inilah cara kami memberi makan kepada jiwa ini melalui musik. Sebagai Muslim, tentu kami memimpikan tatanan dunia baru, di bawah kepemimpinan Islam dan khilafah,” ujar Wawan bersemangat.
Menurut penggagas Urban Garage Festival, Thufail al Ghifari, yang juga vokalis The Roots of Madinah, kegiatan bermusik ini ingin membangun sebuah kontra-kultur untuk membuktikan, bahwa di komunitas ini ruangnya positif, band-bandnya pun bicara atas dasar Islam. ”Kita berangkat dari seorang Muslim yang punya visi untuk membangun komunitas musisi metal yang jauh dari drugs, alcohol, dan free sex. Inilah niat dan tujuan kami. Kita ingin mengembalikan identitas Indonesia atau ketimuran. Jangan berlagak Amrik. Kita Metal, tapi ada filter, tidak sampai tercerabut ketimuran kita sebagai jatidiri.”
Senada dengan vokalis Tengkorak, Ombat. ”Penjajahan budaya oleh Barat memang lewat musik metal kayak gini, musik underground yang notebene keras dan brutal. Terus terang, saat ngeband, kita banyak lupanya, ya lupa shalat, lupa diri dan segala macam. Tapi, saat kita sadar, tatkala generasi ini menjadi santapan empuk zionis, maka inilah moment untuk mengubah paradigma lama menuju paradigma baru. Ngeband, tapi tetap menjalankan shalat limawaktu, dan rukun Islam lainnya.”
Sejak metal lahir, kata Ombat, propaganda satanisme menjadi momok dan berkembang pesat di seluruh dunia. Ibarat di Medan Perang, jika musuh memerangi dengan senjata, maka harus dilawan dengan senjata. Begitu juga, jika musuh memerangi generasi muda dengan metal, maka kita lawan dengan metal pula. ”Melalui metal, kita bisa lakukan kickback,” kata Ombat.
Bonty, personil Purgatory, berpendapat, dulu walisongo pun menyampaikan pesan dakwah dan syiar Islam dengan menggunakan wayang, sekarang eranya Metal sebagai media. ”Yang jelas, gue prihatin, jika generasi Islam di Timur Tengah malah bermetal ria dengan westernisasi-nya, sedangkan Purgatory justru ingin memanfaatkan Metal.”
Sebagai musisi Muslim, konsep yang diusung Purgatory dalam bermusik cuma satu, yakni Islam. Prisipnya, Islam bukan dibawa ke dalam metal, tapi Islam itu dasar dari semua hal. ”Apapun yang kita lakukan harus berdasarkan Islam. Artinya, ketika bermusik, tidak pake yang haram-haram. Pendekatan dakwah kami, nggak pake setting ala kelompok tarbiyah. Kuncinya adalah silaturahim. Biasanya, suatu komunitas tidak akan kuat, kalau silaturahimnya lemah,” tandas Bonty.
Gitaris Purgatory ini juga mempertanyakan, jika pakem underground itu anti sistem, tapi kenapa mereka membuat sistem sendiri, seolah kalau metal harus mabok. Bagi anak band, awalnya, agama memang dianggap sebagai sesuatu hal yang privacy (pribadi). Komunitas Purgatory yang dinamakan Mogers sendiri, bukan orang-orang hebat dalam beragama. ”Kami lebih tepat disebut orang yang hijrah. Di komunitas ini, kami ingin mengajak agar generasi muda kembali pada Islam, dan mau mempelajari agamanya sendiri. Apa yang kita sampaikan ke public tentang Islam adalah apa yang kita tahu saja dan sudah dibuktikan. Yang jelas, kita tidak mau melakukan hal yang sia-sia. Kita hanya ingin belajar.”
Pernah ada yang meledek Purgatory dengan pendekatan dakwahnya yang unik. ”Ngapain loh ngajak anak-anak yang sudah berantakan. Padahal untuk menolong orang yang tenggelam itu harus nyemplung. Apalagi pengetahuan agama mereka diakui sangat kurang,” kata Bonty berfalsafah.
Pendekatan yang sama dilakukan Ahmad Zaki yang selama ini membina komunitas Punk Muslim. ”Ketika fase jemu, bingung itu menyatu, saya mencoba memberikan banyak alternatif dan energi positif. Ternyata mereka welcome dan punya keinginan untuk bertobat dan merubah diri. Sebagian ada yang berubah drastis 80 derajat, ada juga yang baru 45-60 derajat.”
Diakui Zaki, belakangan komunitas Punk Muslim banyak mengislamkan teman-teman punk di jalanan. ”Sejak menjadi Muslim, beberapa diantara mereka, ada yang meninggalkan kebiasaan Mohawk (gaya rambut berdiri) dan piercing (tindik di sejumlah anggota tubuh). Bahkan, diantara mereka, ada yang nekad menghilangkan tato dengan menggunakan soda api atau PK, kendati resikonya bisa merusak kulit mereka,” ungkap Zaki.

Metal pun Berdakwah
Ingin tahu, pendekatan dan model dakwah yang dilakukan komunitas metal yang satu ini? Hasil pengamatan Sabili di sarang underground, komunitas ini memang berbeda. Dalam hal performance, kaos-kaos distro yang mereka yang kenakan, terutama beberapa vokalis-nya, justru menunjukkan militansi dengan identitas keislamannya. Misalnya saja, kata Allahu Akbar (dalam bahasa Arab) pada kaos mereka. Pekikan Allahu Akbar mewarnai ”Urban Garage Festival” malam itu.
Lirik-lirik yang mereka muntahkan lewat musik cadas ini sebagian besar mengecam sikap barbar Barat dan zionis Israel terhadap umat Islam di Palestina dan dunia Islam. Satu hal, mereka sangat membenci kemunafikan. Beberapa lirik mereka, ada yang terkesan ”utopia”, sebuah kerinduan tentang khilafah.
Juga lihatlah teaterikal yang diperlihatkan personil Purgatory dengan topeng ”monsternya” di atas panggung. Band metal mana yang melafadzkan kalimah syahadat, selain yang satu ini. Asyhadualla, ilaaha illallah. Waasyhadu anna Muhammadarrasulullah. Nyeleneh? Tidak. Mereka tidak sedang melecehkan Islam. Inilah cara dakwah dan syiar Islam yang mereka pahami. Bukan hanya syahadat, mereka mengajak fans yang hadir untuk bersholawat.
Yang menarik, Ombat, sang vokalis band Tengkorak, tak sungkan mengajak istrinya yang berjilbab bergabung di komunitas ini. Saat berinteraksi, Ombat, bukan sekadar growling (suara mengeram khas Metal), tapi layaknya dai yang berdakwah. Ia mengajak anak-anak muda untuk bangga sebagai muslim dan tidak meninggalkan shalat lima waktu. Bahkan ia mengajak komunitasnya untuk mengubah posisi tangan metal dengan telunjuk ke arah langit, sebagai simbol ketauhidan.
Awalnya mungkin ikut-ikutan, tapi kelak kesadaran baru itu tumbuh. Ombat yakin, komunitas metal muslim ini akan menjadi sebuah jamaah yang besar. ”Ini semua karena hidayah dari Allah. Sesama Muslim, sejatinya saling menasehati. Tak soal, jika bermula dari skala kecil lebih dulu. Jika berangkat dari yang besar, biasanya cepat tenggelam. Tapi kalau dipupuk, dari kecil hingga besar susah punahnya. Inilah tonggak awal, sejarah baru dari sebuah komunitas yang menjadikan Islam sebagai ideologi. Harus diakui, dulu kita pernah jadi korbannya, maka hari ini kita tunjukkan, kita metal, tapi tetap punya otak, punya akidah,” ujar lelaki botak yang berprofesi sebagai pengacara dari LBH Muslim ini.
Bagaimanapun, harokah Islam harus menghargai ”ijthad” anak-anak metal yang ingin menjadikan Islam sebagai pondasi mereka dalam bermusik. Apalagi, ketika sebagian uang dari setiap lembar tiket yang terjual dalam konser musik itu disumbangkan untuk perjuangan rakyat Palestina. Subhanallah. Siapa nyana, dibalik ruang yang pengap, masih ada yang menyerukan kebajikan, kendati dengan cara mereka sendiri. Tak terbayangkan, di sebuah komunitas underground, ada pelita yang menerangi jiwa-jiwa yang gelap. Ketika Islam menjadi nafas hidupnya, militansi mereka tak kalah dahsyat dengan aktivis harokah yang ada. Insya Allah.(SUMBER: www.sabili.co.id)

Sabtu, 20 Februari 2010

Penyakit yang menghalangi mengenal allah

untuk melakukan sesuatu yang baik kadang ada penghalangnya, seperti kita mengenal allah kadang ada halangannya diantaranya :
1.penyakit syahwat
a. fasiq
b. sombong ( al-kibr )
c. dzalim
d. dusta
e. suka berbuat maksiat
penyakit ini akan berakibat dibenci oleh allah,penyakit ini sulit di sembuhkan kecuali dengan sungguh-sungguh, sebab penyakit ini timbul dari ketidak seriusan kita terhadap islam.
2.penyakit syubhat
a. jahil (kebodohan)
b.ragu-ragu
c.membangkang
penyakit ini dapat menimbulkan kesesatan, dan dapat di sembuhkan dengan ilmu
jadi kita harus serius dalam keislaman supaya kita dapat mengenal allah, dan merasa di awasi olehnya ketika melakukan sesuatu dan juga kita harus giat mencari ilmu agar kita tidak tersesat.
wallahua'lambissawab.

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

connect with us

Archives

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews