visitor

Tampilkan postingan dengan label pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelajaran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juli 2012

Kucing Schrodinger Buktikan Siksa Neraka Mengerikan


Peluruhan radioaktif dalam eksperimen Schrodinger yang dilakukan pada seekor kucing berakibat menyebarnya racun mematikan buat kucing.
Percobaan itu memunculkan 2 kemungkinan yang sama-sama mungkin :
1. kucing itu HIDUP ATAU MATI
2. menurut gerak rata-rata linier dalam mekanika kuantum, kucing Schrodinger akan berada dalam kondisi paradoks yang tidak bisa divisualisasikan, yakni kondisi TIDAK HIDUP DAN JUGA TIDAK MATI.

Dalam istilah Copenhagen Interpretation (Interprestasi Copenhagen ) , jalan keluar dari masalah ini adalah menciptakan sebuah peran yang sama sekali tidak terjangkau oleh para pengamat ataupun alat ukur, untuk mencapai hasil tertentu. Namun teori ini ditentang teori Born.

Menurut Teori Born, solusi masalah tsb sebenarnya sama sekali tidak membutuhkan peran dari pengamat.

Hal ini sejalan dengan yang dinyatakan Allah dalam Al Qur'an bahwa orang - orang kafir akan merasakan siksa api neraka dalam keadaan yang mengerikan, yakni tidak mati dan juga tidak hidup.

Sungguh sebuah kondisi yang berada di luar jangkauan akal manusia dan merupakan kebenaran Al Qur'an yang tidak bisa disanggah atau diperdebatkan.

Orang-orang kafir yang disiksa dalam neraka itu bagaikan berada di tengah radiasi yang sangat panas. Dalam kondisi itu, mereka tidak mati dan juga tidak hidup ...!

Inilah penemuan luar biasa dari ilmuwan bernama Erwin Schrodinger yang terkenal dengan nama mekanika kuantum.

Sains menyatakan bahwa persamaan gerak linier dalam mekanika kuantum, kucing kuantum itu berada pada kondisi paradoks yang tidak bisa diilustrasikan karena kondisinya tidak mati dan tidak hidup.

Inilah Surat yang menggambarkan keadaan itu :

"Orang - orang celaka (kafir) akan menjauhinya. Yaitu orang yang akan masuk api besar neraka. Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup " (Qur'an Surah Al A'la 87 ayat 11 sd.13)
sumber : zilzaal.blogspot.com

Sabtu, 11 Februari 2012

steps to succes



Sukses? Semua orang pasti menginginkan mejadi orang sukses, berhasil dalam hidupnya serta bahagia dalam hidupnya. Namun, untuk meraih kesuksesan itu tidak mudah, pasti akan dihadapkan pada halangan juga rintangan. Allah swt berfirman :  “apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan begitu (saja) mengatakan “kami telah beriman” sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya allah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta” (Q.S. Al-ankabut 2-3). Banyak orang yang awalnya dengan langkah yang pasti berusaha tuk raih kesusesan namun berhenti ditengah jalan karena tidak kuat mengahadapi ujian dan cobaan. Ketahuilah, bahwa kesuksesan itu takkan bisa diraih tanpa suatu rasa kepayahan dalam meraihnya.
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk meraih kesuksesan :
1. Dream (Mimpi)
Inilah  langkah awal tuk raih kesuksesan, semua diawali dari mimpi, mustahil bias meraih suatu kesuksesan bila tidak diawali dengan mimpi. Ada suatu kisah seorang anak di amerika ketika berumur 8 tahun dia menuliskan semua cita-citanya di masa depan. Dia melusikan semua cita-citanya karena dia ingin masa depannya diatur oleh diri sendiri. Hasilnya ketika dia berumur 64 tahun, dia berhasil meraih semua hal yang dicita-citakannya ketika kecil.
Rancanglah semua mimpimu sebanyak mungkin…
2. Believe (Yakin Pada Mimpi)
Langkah selanjutnya yaitu believe, percaya pada mimpi itu, maksudnya bila kita sudah punya mimpi maka yakinlah pada mimpimu. Hilangkan rasa ragu yang membelenggu, sibakkan rasa takut yang menghinggapi, melangkah dengan penuh percaya diri yakin mampu meraih semua mimpimu. Meskipun itu terlihat seperti tidak mungkin, namun percayalah semua itu bias kau raih.
3. Action (Tindakan)
Bila kita telah punya mimpi dan yakin pada mimpi, maka langkah selanjutnya adalah action atau tindakan. Bertindaklah, realisasikan semua mimpimu. Konversikan semua mimpi yang telah terancang dalam fikiranmu menjadi suatu hal yang nyata terjadi dalam kehidupanmu. Janganlah takut melangkah, lawan semua tantangan dan resiko. Menurut kajian sorang professor di Stanford University, Carol Dweck mengatakan bahwa cirri orang sukses itu memiliki pemikiran “Growth Mindset” berani mengambil resiko dan berani gagal, take the challenge, go for it !. Sebaliknya orang biasa atau “Mediocre” memiliki pemikiran “fixed Mindset” “apa nanti kata orang jika aku gagal”.
4. Never Give Up (jangan putus asa)
Ini adalah suatu langkah yang harus ketika melakukan suatu action, ketika kita sedang berusaha tuk merealisasikan semua mimpi pasti akan dihadapkan dengan semua tantangan. Seperti Rasulullah saw dalam berda’wah mengajak kepada islam beliau dihadapkan pada banyak halangan dan rintangan dari mulai ejekan sampai percobaan pembunuhan terhadap beliau. Beliau tetap bersabar dan tak pernah menyerah, tekad beliau telah membaja. Akhirnya setelah sekan lama berda’wah akhirnya Rasulullah saw berhasil dalam da’wahnya.
Banyak orang yang berhenti mengejar mimpinya karena kegagalan dan masalah yang menghadang. Sehingga mereka frustasi. Bergembiralah dengan datangnya masalah, karena dengan datangnya masalah akan membuat kita menjadi yang terbaik. Janganlah takut gagal, bersabarlah dalam meraih kesuksesan, bertawakkalah kepada Allah swt “faidza ‘azamta fatawakkal ‘alallah….”

“don’t escape from your special duty and just doing “

5. Succes
Inilah suat hal yang selalu didambakan semua orang, setelah semua bias dilewati dengan penuh kesabaran dalam mengahadapi segala halangan dan rintangan. Bila sukses berada didalam genggaman pasti akan merasa bahagia. Ibartakan kita mendaki suatu bukit terjal, curam dan berbatu. Kita terus saja mendakinya. Dan akhirnya sampailah di puncak bukit tersebut, apa yang kita rasakan? Maka bahagialah yang kita rasakan. Seperti itulah rasa yang mungkin dirasakan ketika meraih kesuksesan.
Namun, janganlah terlena dengan arti kesuksesan, janganlah kesuksesan membuat kita lupa diri dan menyombongkan diri, tetaplah rendah hati, bersyukurlah kepada Allah swt karena dialah yang memberikan kesuksesan itu.

So, kapan lagi tuk meraih kesuksesan? Janganlah menunggu sebuah momentum, start from now, from your self, and from smallest………
Melangkah maju sibakkan rasa ragu…. Sukses why not?

dari berbagai sumber
sumber gambar :google image
 8 februari 2012

Pandangan (Sikap) Seorang Muslim Tentang Valentine Days

Benarkah Valentine Days hanya kasih sayang belaka ?

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)

Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki (dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.


SEJARAH VALENTINE

Sungguh merupakan hal yang ironis (menyedihkan / tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.

Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani (Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado (bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN MUSLIM TENTANG VALENTINE

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?

Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.

Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w: 
“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :
“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.

1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.



2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

3. TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.

4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.

Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.

Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.

MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.

Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.
Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.

Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.

Pendapat Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia)  :-

"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..
sumber: danishe.com

Jumat, 10 Februari 2012

Penciptaan yang Berpasang-Pasangan

  Mukjizat Alquran: Penciptaan yang Berpasang-Pasangan

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui." (QS. Yaasiin: 36).

Meskipun gagasan tentang "pasangan" umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan "maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas.

Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933.

Penemuan ini, yang disebut "parité", menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif.

Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut, "…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan... Dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat."

Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian "dikirim ke bumi", persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas, bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Alquran diturunkan.
sumber : republika.co.id

Campuran dalam Air Mani

  Mukjizat Alquran: Campuran dalam Air Mani

Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.

Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Alquran, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran.

"Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan." (QS. Al-Insaan: 2).

Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari "bahan campuran" ini. "Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina." (QS. As-Sajdah: 7-8).

Kata Arab "sulala", yang diterjemahkan sebagai "sari", berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti "bagian dari suatu kesatuan". Ini menunjukkan bahwa Alquran merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia.
sumber : republika.co.id

Jumat, 20 Januari 2012

MACAM-MACAM AZAB KUBUR

1. Diperlihatkan neraka jahannam


النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (Ghafir: 46)


Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدَهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ فَيُقَالُ: هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan kepadanya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Bila dia termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka, dikatakan kepadanya: ‘Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala membangkitkanmu pada hari kiamat’.” (Muttafaqun ‘alaih)




2. Dipukul dengan palu dari besi

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

فَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُ فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ؟ فَيَقُولُ: لَا أَدْرِي، كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ. فَيَقُولَانِ: لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ. ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَاقٍ مِنْ حَدِيدٍ بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ فَيَسْمَعُهَا مَنْ عَلَيْهَا غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ


Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.” Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” (Muttafaqun ‘alaih)




3. Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang rusuknya saling bersilangan, dan didatangi teman yang buruk wajahnya dan busuk baunya.


Dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu yang panjang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang orang kafir setelah mati:


فَأَفْرِشُوهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا مِنَ النَّارِ؛ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسُمُومِهَا وَيَضِيقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلاَعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوؤُكَ، هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ. فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ، فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ الَّذِي يَجِيءُ بِالشَّرِّ. فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ. فَيَقُولُ: رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ


Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)



4. Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang dibakar, dipecah kepalanya di atas batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya.


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Jibril dan Mikail ‘alaihissalam sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang:


فَأَخْبِرَانِي عَمَّا رَأَيْتُ. قَالَا: نَعَمْ، أَمَّا الَّذِي رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ يُحَدِّثُ بِالْكَذْبَةِ فَتُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ يُشْدَخُ رَأْسُهُ فَرَجُلٌ عَلَّمَهُ اللهُ الْقُرْآنَ فَنَامَ عَنْهُ بِاللَّيْلِ وَلَمْ يَعْمَلْ فِيهِ بِالنَّهَارِ يُفْعَلُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي الثَّقْبِ فَهُمُ الزُّنَاةُ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهْرِ آكِلُوا الرِّبَا


“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.” (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah radhiyallahu ‘anhu)




5. Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


فَإِذَا أَنَا بِنِسَاءٍ تَنْهَشُ ثَدْيَهُنَّ الْحَيَّاتُ، فَقُلْتُ: مَا بَالُ هَؤُلَاءِ؟ فَقَالَ: اللَّوَاتِي يَمْنَعْنَ أَوْلَادَهُنَّ أَلْبَانَهُنَّ


Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” (HR. Al-Hakim. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu dalam Al-Jami’ush Shahih berkata: “Ini hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu.”)

Minggu, 15 Januari 2012

Waspadai semua Rintangan-Rintanganmu !!!



1.Lemahnya hubungan dengan ALLAH

Sangat mengesankan, ketika para sahabt berada di tengah perjalanan, mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah ALLAH dekat dengan kita sehingga kita hanya cukup bermunajat (berdoa dengan suara pelan seperti berbisik), atau jauh sehingga kita harus meningggikan suara dalam berdoa kepada-NYA?”

Maka ALLAH meurunka firman-NYA:

“Dan Apabila hamba-hamba_KU bertanya kepadamu tentang AKU. Maka (jawablah), bahwasanya AKU adalah dekat. AKU mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdao kepada-KU. Maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah)-KU dan hendaklah mereka beriman kepada-KU, agar selalu berada dalam kebenaran.”(QS.Al-Baqarah:186)

Seorang penyair berkata : 

“ALLAH murka jika kau tak meminta pada-NYA
Sementara anak Adam, ketika diminta, passti murka”

ALLAH berfirman : “Berdoalah kepada Robbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya DIA tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”(QA.Al-A’raf:55)




2.Syirik Takut, dan lemah tawakal


Ada beberapa hal yang menjadi kekhawatiran kita. Yaitu adanya sebagian orang yang juga sholat lima waktu, haji ke Baitullah, umrah pada bulan Ramadhan, sholat tarawih dan membaca Qur’an. Tetapi kita mengkhawatirkan adanya syirik dalam diri mereka, disebabkan mereka lebih takut kepada manusia daripada ALLAH.

Ada seorang pemuda yang berkunjung ke beberapa rumah sakit. Ia berkata, “Aku melihat banyak wanita seperti telanjang. Pakaian mereka membuat ALLAH murka.”

Saya berkata, “Mengapa anda tidak mencegah kemungkaran itu?”.

Ia menjawab, “Saya Takut”. Saya ucapkan, “Jadi, mengapa pada waktu subuh anda bisa menungucapkan dzikir berikut: Radhitubillihi rabba, wabil Islami wa bi Mumammadin Nabiyya wa Rasula (Aku rela ALLAH sebagai Robb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi) ? mengapa anda bisa mengucapkannya ?”


Ada juga orang lain yang melihat berbagai macam majalah dijual dengan harga murah, sebagian besar majalah-majalah itu adalah majalah merusak dan meruntuhkan keimanan. Suatu majalah saja dapat menghancurkan seluruh rakyat.


Coba anda Tanya kepadanya, “Mengapa tidak mau mencegahnya, dengan cara yang lebih baik. Misalnya kamu berbicara dengan pemilik toko dan beberapa pemuda selain kamu juga datang berbicara, sehingga hal itu menjadi tampak jelas dan menjadi sebuah permasalahan yang beredar di masyarakat.”
Ia tentu menjawab, “Saya Takut”.


Syaikh Mumammad bin Abdul Wahhab menyebutkan, “Di antara hal-hal membatalkan La ilaha illallahah yaitu syirik karena rasa takut, bila rasa takut kepada selain ALLAH lebih besar daripada rasa takut kepada ALLAH.”

ALLAH berfirman ;

“Dan hanya kepada-KUu-lah kamu harus takut (tunduk).”(QS.Al-Baqarah:40)

“Karena itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”(QS.Al-Imran:175)

“Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain ALLAH.”(QS.Az-Zumar:36)



3.Tidak Ada Perhatian Dalam Memahami Agama dan Lemahnya Hubungan Dengan Da’I atau Ulama



Sebagian besar pemuda, di antara mereka mencintai ALLAH, Rasulullah dan negeri akhirat. Mereka memiliki gambaran global dan umum tentang Islam. Namun banyak diantara mereka yang tidak memiliki pengetahuan tentang hukum-hukum syariat, pemahaman tentang agama dan pendalaman syariat.



Mereka memang menghadiri ceramah-ceramah umum. Namun hanya sedikit saja yang datang kepada ulama di antara mereka, mau membaca sebuah buku di hadapan ulama, membahas masalah-masalah syariat, menghapal hadits-hadits Nabi beserta takhrij-nya (periwayatan dan kedudukan hadits) atau mengetahui permasalahan lengkap dengan dalilnya.


Ketika para pemuda mendatangi para Da’i atau Ulama dan menyampaikan keluh-kesah dan problem-problem mereka, mereka pasti akan merasa senang. Sayya belum pernah mellihat ada seorang Ulama atau Da’I yang merasa bosane karena hal itu. Jikalau ada yang merasa bosan, itu karna beberapa sebab khusus yang sedang di hadapinya atau karna kunjungan yang tidak pas atau ada masalah lainnya.


Demi ALLAH, sesungguhnya di antara hal terindah yang membuat kita bersyukur kepada ALLLAH, yaitu ketika kita menemukan seorang pemuda yang mau mengadukan problem-problemnya.


Karenanya, diharapkan para pemuda berkonsultasi dengan para Da’I atau Ulama. Diharapkan mereka selalu berhubungan para Ulama dalam setiap hal yang berkaitan dengan para pemuda dan urusan dakwah. Mereka juga diharapkan mampu menyingkirkan halangan yang di buat-buat sebagian pemuda. Semoga ALLAH membalas usaha dan kearifan para Da’i atau Ulama terhdap generasi yang cemerlang ini, dengan kehidupan yang lebih baik.

4.Lemah Cita-cita


Banyak diantara pemuda menganggap dirinya “di luar peta”, menganggap orang-orang tidak melihatnya dan menganngap tugas dibebankan untuk orang lain.

Jika anda bertanya kepadanya, “mengapa kamu tidak menempa dIri agar menjadi mufti di daerahmu?” Ia tentu menjawab,”Kita sudah cukup dengan qadhi (hakim-hakim) agama.”


“Mengapa anda tidak menjadi khatib (penceramah agama)?” ia tentu menjawab, “Penceramah-penceramah sudah banyak tersebar.”


Lalu dimana posisi Anda? Apa Peran anda dalam hidup ini? Apa yang anda katakan kelak pada ALLAH bila anda dimintai_NYA pertanggungjawaban?


ALLAH berfirman :“Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.”(QS.Qiyamah:14-15)


Tidak mesti setiap kita menjadi khatib, dai atau penyair. Tidak. Sebab berbagai bidang terbentang di hadapan kita dan banyak jalan berbuat baik bisa dilakukan.

Yang penting, Anda melihat beberapa potensi dan kemampuan anda. Selanjutnya anda bergerak untuk kemajuan Islam, sebatas potensi dan kemampuan anda itu.



5.Nggak Pe-De


Kita adalah orang yang selalu salah dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang bertobat. Karenanya pintu tobat selalu terbuka sampai matahari terbit dari barat.

Banyak diantara pemuda yang mendapat hidayah, padahal dulunya sering berbuat maksiat. Pemuda yang mendapat hidayah ini dulunya selalu melakukan hal-hal negative. Mulai mencambuk dirinya sendiri dan mengkhawatirkan, merasa dirinya hina dan tak pantas berbuat kebaikan apapun.

Apabila anda katakan kepadanya, “Mengapa kamu tidak menjadi dai, khatib atau penceramah?” Ia berkata, “saya?” Setelah melakukan perbuatan-perbuatan kriminal dan melalui masa lalu yang buruk itu saya memimpin umat? Saya tidak sanggup. Carilah orang lain selain saya!”

Pemuda ini masih saja membenturkan dirinya sampai rela terhina dan rela dengan hasil yang sedikit. Sehingga ia berada dalam peran negative dalam kehidupan dakwah dan sikap komitmen disebabkan oleh kekhawatiran tersebut.


Mestinya, seorang pemuda harus berani melakukan kebaikan dan memotivasi dirinya untuk mendobrak berbagai kesulitan. Ia harus menunjukan bahwa dia mampu melakukannya dengan bantuan dan kekuatan ALLAH.


Ia mesti ingat sahabat Nabi Muhammad yang senior seperti ‘Umar, ia dulu pernah menyembah berahala dan melakukan dosa-dosa besar. Namun setelah bertaubat, mereka pun benar-benar berpindah menuju posisi-posisi yang tinggi di alam ghaib dan di dalam tingakatan-tingakatan ibadah (penghambaan kepada ALLAH).


Anda mesti mengetahui bahwa ALLAH senang dengan taubat hamba-Nya. Ketika anda datang keapda ALLAH dengan membawa dosa-dosa sebesar bumi ini, kemudian anda bertaubat, niscaya ALLAH datang kepada anda dengan ampunan sebesar itu juga.


Karenanya, Hayoo wahai pemuda Islam ! Banyak bidang yang membutuhkan anda sekalian. Jangan sampai kalian mudah percaya daengan berbagai hasutan dan kesesatan.

6.Kurang Sabar Dalam Godaan

Sesungguhnya kita sedang menghadapi berbagai kelompok yang memerangi Islam. Hanya ALLAH yang mengetahuinya


Bandingkan antra dua orang pemuda: pemuda yang atu hidup pada masa Nabi dan pemuda yang satunya lagi hidup di abag dua puluhan sekarang ini.


Ada Seorang pemuda tinggal di Madinah tempat Rasulullah tinggal. Tetangganya adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Abu Hurairah, HAssa bin Tsabit, Ubay bin Ka’b dan Mu’ad bin Jabal. Khatib mereka Nabi Muhammad, Imam mereka Nabi Muhammad, sedangkan malaikat Jibril selalu turun membawa wahyu pagi dan sore. Seluruh penduduknya, secara umum mencintai ALLAH, Rasul-Nya dan negeri akhhirat. Di sana taidak ada godaan-godaan nafsu syhawat.



Bandingkan dengan pemuda yang hidup sekarang, pada masa tidak lagi turun wahyi dan jauh dari masa Salafusshalih. Tetangga-tetangganya ada yang bengkok dan ada yang membawa bencana. Di masyarakat dan di berbagai tempat, isa selalu berhubungan dengan orang yang terang-terangan mengejek, menghina dan mencela agama di hadapannya. Ia selalu melewati pemandangan yang memampang majalah dan gambar porno, video rusak, lagu-lagu keras, orang-orang yan gtak tentu arah, orang-orang yang mangkal dalam dosa, penyembahan berhala, modernism, atheism dan sekulerisme.


Bagaimana ia bisa selamat? Ini merupakan pertarungan yang mengerikan.


“DI HADAPAN SEMUA INI, TIDAK ADA BEKAL YANG HARUS DIMILIKI SEORANG HAMBA-KHUSUSNYA PARA PEMUDA-KECUALI KESABARAN. DIA MESTI SABAR”


ALLAH berfirman : “Dan kamu jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin ynag member petunjuk dengan perintah KAMI ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat KAMI.”(QS.As-Sajdah:24)


Ketauhilah bahwa pertolongan  mesti dibarengi kesabaran. Sedangkan kesabaran tersirat ketika menahan pandangan.



7.Ciut Nyali, Merasa Gagal dan Putus Asa

Banyak di antara para pemuda yang memiliki rasa putus asa terhadap masyarakat. Anda bisa katakan kepada sebagian diantra mereka, “Mengapa kamu tidak mendakwahi tetangga-tetanggamu?” ia tentu menjawab, “tak ada kebaikan dalam diri mereka.”

“Mengapa kamu tidak memberi pengaruh kepada orang lain?” Ia tentu menjawab, “Tidak, biarkan saja mereka!, Jangan sibukan diri anda mengurus mereka! Mereka itu telah dikunci mati oleh ALLAH hati, pendengaran dan penglihatannya.”

Anda akan temukan sebagian diantara mereka ketika menyampaikan ceramah, masyrakat tidak menerima dakwahnya. Ia mengguanakan kata-kata keras, “Semoga ALLAh menghancurkan kalian, semoga ALLAH membinasakan kalian!”

Kata-kata seperti  ini tidak ada dalam kamu Nabi Muhammad, Nabi yang di firmankan ALLAH sebagai : “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”(QS.Qalam:4)




8.Optimisme yang Berlebihan

Ada sebagian pemuda yang bergaul di tengah orang-orang yang berkomitmen. Artinya, seisi rumanya komitmen, saudara-saudaranya komitmen, fakultas tempat tempat dia belajar juga memiliki komitmen. Ketika berbicara, ia akan berkata, Orang-orang semuanya memiliki komitmen, mereka semuanya menuju jalan ALLAH, tidak ada yang berbuat maksiat, mereka semua Alhamdulillah, sopan-santun, saling akrab dan menyambut panggilan-Nya.”

Orang seperti ini kebalikan yang diatas tadi, Ia lupa bahwa ada kekurangan di masyarakat. Diantara bukti kekurangan tersebut misalnya, banyak pertandingan olahraga yang dihadiri lebih dari enam puluh ribu orang. Mereka berhamburan dalam kesia-siaan.

Lalu apa artinya semua ini ?

Artinya, Pertandingan-pertandingan tersebut lebih berguna bagi umat dan agama Islam daripada ceramah-ceramah agama.


وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

ALLAH berfirman :”Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.”(QS.Saba:13)


Di setiap tempat, anda akan melihat sebagian orang mendengarkan musik, sebagian lagi pergi ke masjid ketika adzan berkumandang, sebagian yang lain nongkrong di warung kopi, sebagian yang lain duduk tenang mendengarkan ceramah agama, sebagian lagi mencintai Al-Qur’an, sebagian yang lainya menyukai majalah porno, sebagian lain senang bersiwak, sebagian yang lainnya masih suka merokok. Hal ini sudah ketentuan ALLAH di alam ini.




9.Waktu Terbuang Karena Hiburan dan Menunda Pekerjaan


Yang bisa membunuh kita salah satunya adalah perbuatan menunda-nunda. Orang-orang bijak berkata, “Barangsiapa yang menanam benih ‘nanti’ akan tumbuh sebuah tanaman yang bernama ‘mudah-mudahan’ yang memiliki buah namanya ‘seandainya’ yang rasanya adalah ‘kegagalan dan penyesalan.”

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الأمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

ALLAH berfirman : Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).(QS. Al-Hijr : 3)

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?(QS.Al-Mukminun:115)


نعمتا ن مغبو ن فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ

“Ada dua nikmat yang kebanyakan orang tertipu karenya: kesehatan dan waktu luan.”(HR.Bukhari)


لا تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسال عن عمره فيما افناه وعن علمه فيم فعل وعن ماله من اين اكتسبه وفيم انفقه وعن جسمه فيم ابلاه



“Pada hari kiamat, kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser, sebelum di tanyai : Tentang umur, untuk apa di habiskan. Tentang ilmu, untuk apa ia gunakan. Tentang harta, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan dan Tentang kesehatannya, untuk apa ia gunakan.”(HR.Tirmidzi)


Inilah yang ada di dalam benak saya seputar tema “Rintangang-Rintangan bagi Pemuda Muslim”. ALLAH ingin rintangan-rintangan tersebut menjadi rendah diahadapan pemuda. Semoga mereka dapat menempuh kesungguhan dengan mudah dan mampu menjalankan tugas dengan jelas dan penuh ketenangan.
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

connect with us

Archives

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews